Liputan6.com, Jakarta Tidak ada yang lebih mendebarkan saat melihat bercak darah di celana dalam atau mengalami pendarahan vagina, saat Anda sedang tidak menstruasi. Sayangnya, tanpa mengunjungi dokter kandungan, sulit untuk memastikan, apakah penyebab munculnya bercak darah dari vagina.
Jika Anda menyadari adanya pendarahan tidak biasa, menurut Natasha Johnson, M.D, dokter kandungan dari Brigham and Women's Hospital, melansir Women's Health, Senin (4/8/2017), berikut 8 penyebab keluarnya darah dari vagina:
1. Hamil
Asosiasi Kehamilan Amerika mengatakan, sekitar 20 persen wanita mengeluarkan bercak darah pada 12 minggu pertama kehamilan mereka.
"Inilah kenapa, jika Anda mengalami pendarahan tidak normal, dokter akan memastikan terlebih dahulu, Anda hamil atau tidak," ujar Mamta Mamik, M.D., asisten profesor kandungan, kebidanan, dan ilmu reproduksi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, FWIW.
Pendarahan di awal kehamilan biasanya lebih ringan dan lebih terang warnanya dibanding darah menstruasi.
2. Efek obat
Apakah Anda mengonsumsi obat pengencer darah? "Biasanya, obat pengencer darah apa saja bisa menyebabkan menstruasi jadi lebih berat dan menyebabkan pendarahan," ujar Johnson.
"Suplemen seperti ginkgo biloma juga memiliki properti pengencer darah, yang bisa memengaruhi aliran menstruasi," tambah Mamik.
Tentu saja, pil kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progestin (dan mengubah kadar hormon) juga bisa jadi penyebab pendarahan vagina, tambah Johnson. Jadi, jika Anda memulai pengobatan baru, dan mengalami pendarahan, jangan lupa menyampaikan hal ini pada dokter.
Jika Anda menyadari adanya pendarahan tidak biasa, menurut Natasha Johnson, M.D, dokter kandungan dari Brigham and Women's Hospital, melansir Women's Health, Senin (4/8/2017), berikut 8 penyebab keluarnya darah dari vagina:
1. Hamil
Asosiasi Kehamilan Amerika mengatakan, sekitar 20 persen wanita mengeluarkan bercak darah pada 12 minggu pertama kehamilan mereka.
"Inilah kenapa, jika Anda mengalami pendarahan tidak normal, dokter akan memastikan terlebih dahulu, Anda hamil atau tidak," ujar Mamta Mamik, M.D., asisten profesor kandungan, kebidanan, dan ilmu reproduksi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, FWIW.
Pendarahan di awal kehamilan biasanya lebih ringan dan lebih terang warnanya dibanding darah menstruasi.
2. Efek obat
Apakah Anda mengonsumsi obat pengencer darah? "Biasanya, obat pengencer darah apa saja bisa menyebabkan menstruasi jadi lebih berat dan menyebabkan pendarahan," ujar Johnson.
"Suplemen seperti ginkgo biloma juga memiliki properti pengencer darah, yang bisa memengaruhi aliran menstruasi," tambah Mamik.
Tentu saja, pil kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progestin (dan mengubah kadar hormon) juga bisa jadi penyebab pendarahan vagina, tambah Johnson. Jadi, jika Anda memulai pengobatan baru, dan mengalami pendarahan, jangan lupa menyampaikan hal ini pada dokter.

